Acer Iconia W4 vs Asus Transformer Book T100 – Pilih Tablet atau Netbook

Acer Iconia W4 vs Asus Transformer Book T100 – Pilih Tablet atau Netbook

Game Ppsspp – Kedua pabrikan ini terkenal kompetisinya di dunia komputer.Tak Cuma bersaing di sana, keduanya juga berjibaku di ranah tablet. Dua tablet terbarunya yang berbasis Windows 8 menjadi bukti. Kami pun menyandingkan untuk dikomparasi, sebagai bahan pertimbangan Anda ketika ingin membeli. Desain Tablet Iconia W4 jelas lebih kecil dan lebih ringan daripada Transformer Book T100. Secara visual, permukaan case belakang Iconia W4 lebih aman dari bekas jemari – apalagi bila sudah tersembunyi di balik cover. Berbeda dengan permukaan case belakang Transformer Book T100 yang mengilap dan menyisakan banyak jejak jemari.

Bentuk tablet Transformer Book T100 cenderung ditujukan untuk pemakaian secara landscape, sementara Iconia W4 cenderung secara portrait. Namun pada dasarnya layar keduanya dilengkapi moda yang otomatis menyesuaikan arah ke landscape maupun portrait. Iconia W4 meletakkan tombol Windows di bawah layar (pada posisi portrait); Transformer Book T100 menaruhnya di kiri bodi (pada posisi landscape). Selain itu, Iconia W4 memasang tombol power di atas bodi; mic, volume dua arah, port HDMI, slot microSD, di kanan bodi; port microUSB, jack 3.5 mm, dan dua speaker di bawah bodi. Kamera ada dua, yaitu kamera utama di belakang bodi, dan kamera depan di atas layar.

Transformer Book T100 menempatkan tombol power dan mic di atas bodi; volume dua arah menemani tombol Windows tadi di kiri bodi; slot microSD, port micro USB, dan port HDMI di kanan bodi; dan port docking di bawah bodi. Hanya satu kamera, yaitu kamera depan di atas layar. Keyboard Tablet dan keyboard fisik Transformer Book T100 bisa disatukan menggunakan docking. Tablet dan keyboard fisik Iconia W4 tetap berdiri sendiri-sendiri; keduanya “digabungkan” oleh cover tambahan, dan dikoneksikan oleh Bluetooth. Ketika keyboard terpasang pada tablet, Transformer Book T100 berubah jadi netbook. Ini terasa lebih akrab bagi pengguna yang sebelumnya biasa pakai netbook. Khususnya karena keberadaan touchpad untuk pengoperasian kursor.

Pada keyboard fisik Transformer Book T100 ada port USB, dan tentu saja port docking. Sementara itu, pengguna yang sebelumnya biasa pakai tablet dan keyboard terpisah, akan lebih familiar dengan Iconia W4. Pengguna netbook bisa jadi merasa sedikit sempit, mengingat dimensi bodi memang untuk layar 8 inch. Di keyboard fisik Iconia W4 hanya tampak port microUSB. Fungsinya memang hanya untuk isi ulang baterai keyboard. Layar Layar 10.1 inch milik Transformer Book T100 tentunya lebih lega. Meski begitu, 8 inch milik Iconia W4 sebetulnya juga terbilang luas. Kedua tablet menggunakan layar berteknologi In-Plane Switching (IPS). Di atas kertas, resolusi 1280×800 pixels dengan kedalaman 189 ppi milik Iconia W4 tampak lebih baik dibanding 1366×768 dengan 155 ppi milik Transformer Book T100. Namun saat dipakai, bagi kami perbedaannya tak begitu terasa.

Detil objek tampak tajam, dan warna tampak natural. Respon layar sama-sama gesit, dan sama-sama dukung multitouch. Kinerja, Antarmuka, Aplikasi Sama-sama berbekal prosesor Intel Bay Trail 1.3 GHz quad-core dan RAM 2 GB, kinerja keduanya terasa mirip. Sama-sama menggunakan Windows 8, tampilan halaman secara keseluruhan relatif sama. Perbedaan yang paling jelas tentu saja pada grup tile Acer apps dan Asus apps. Di Acer antara lain tampak Acer Explorer, Acer Portal, Acer Docs, sampai Acer Remote Files sebagai software khasnya. Selain itu, Acer masukkan juga 7 digital, TuneIn, Music Maker Jam, Games, NewsXpresso, Evernote Touch, Skitch Touch, kindle, sampai amazon dari pihak ketiga.

Sementara di Asus diantaranya tampak Asus PhotoDirector, Asus WebStorage, sampai Asus PowerDirector sebagai software khas. Selain itu ada One Note, dan Microsoft Office dari Microsoft. Penambahan software tentunya mudah dilakukan dari Store yang didukung Microsoft. Dengan pengaturan default, kami coba nonton video dan main game masing-masing selama sekitar satu jam, Iconia W4 lebih cepat berkurang persentase baterainya. Secara keseluruhan, baterai Iconia bertahan rata-rata tujuh jam, sementara Transformer Book T100 bertahan rata-rata sembilan jam.

Artikel Lainnya: