Tips Mengajari Anak Bahasa Asing Sejak Dini Bagian 1

Pernah tidak, bertemu anak (dengan wajah Indonesia) yang bicara dalam bahasa Inggris, baik dengan mama-papanya maupun anak lain sebayanya, bahkan dengan babysitter-nya. Bagaimana dengan bahasa Indonesia-nya? Hampir tak terdengar sama sekali! Benarkah anak Indonesia ini tak fasih bahasa ibunya? Memang, tak dapat dimungkiri, mengajarkan bahasa asing atau bahasa internasional (Inggris) sejak usia dini, masih menjadi topik yang diperdebatkan. Sebagian mengatakan, pengajaran bahasa Inggris di usia dini lebih menekankan pada ego orangtua ketimbang kepentingan anak.

Sebagian lagi berpikiran sebaliknya, justru menekankan efektivitas pemerolehan bahasa dimulai dari usia anak-anak. Pro dan kontra tersebut memang tak dapat dihindari, karena ilmu berkembang dengan sangat pesat. Teori yang satu secara umum berhasil diterapkan pada anak-anak tertentu, namun bisa juga tidak efektif bagi anak lainnya. Jangan lupa, setiap anak adalah individu yang unik! Orangtua dan pendidiklah yang utamanya harus memahami cara penanganan yang tidak dapat disamakan pada semua anak ini.

Umumnya, pertimbangan orangtua mengajari anaknya berbahasa asing sejak dini adalah dalam rangka menghadapi perkembangan zaman yang semakin memerlukan kemampuan berbahasa internasional. Pertimbangan lain, yaitu adanya pemahaman bahwa otak anak dapat menyerap banyak dalam masa golden age, sehingga amat disayangkan jika tidak dikenalkan di masa ini. Lantas, bagaimanakah agar anak dapat berbahasa ibu dan berbahasa internasional dengan sama baiknya?

baca juga: Sejarah Sepak Bola

Semakin Dini, Semakin Alami

Bahasa apa pun sebenarnya memiliki peranan penting sebagai sarana berkomunikasi, alat bernegosiasi, memperoleh informasi, dan lain-lain. Semua kegiatan memerlukan bahasa. Namun, tidak semua bahasa diperlukan dalam setiap kegiatan. Karenanya, bahasa menjadi hal istimewa dan diharapkan dapat dikuasai seseorang.

Begitu pun dengan bahasa Inggris sebagai bahasa komunikasi global yang mendunia dan dipergunakan dalam pergaulan antarnegara. Anak yang dapat menguasainya dianggap memiliki kemampuan lebih. Karena itu cukup beralasan jika penguasaan bahasa ini masuk agenda para orangtua dalam mempersiapkan masa depan anak-anaknya. Sebetulnya, baik bahasa ibu/pertama (B1) dan bahasa kedua (B2)/bahasa asing, samasama memiliki urgensi dalam berkomunikasi.

Pada pembelajaran bahasa B2, semakin dini anak belajar bahasa asing, semakin mudah anak menguasai bahasa tersebut. Dukungan pada pembelajaran bahasa B2 sejak dini disampaikan pula oleh beberapa pakar bahasa dan pendidikan, antara lain McLaughlin dan Genesee yang menyatakan bahwa anakanak lebih cepat memperoleh bahasa tanpa banyak kesukaran dibandingkan dengan orang dewasa. Kini anda bisa belajar bahasa asing hanya di http://pascal-edu.com .

Artikel Lainnya: